Entri Populer

Kamis, 21 Juli 2016

Jum'at Berkah 22 Juli 2016

Share dari group Ippho Santosa, semoga bermanfaat di Jum'at berkah ini 😊:

Ketika Anda membantu anak yatim, siapa yang lebih senang? Anak yatim itu atau Anda?

Ketika Anda membantu orang dhuafa, siapa yang lebih senang? Orang dhuafa itu atau Anda?

Pikirkan dulu sebelum dijawab. Sudah?

Si anak yatim dan si orang dhuafa memang senang. Namun jangan salah, ternyata Anda-lah lebih senang. Coba ingat-ingat kembali, pasti Anda pernah mengalami perasaan senang ini. Betul apa betul? Di seminar 7 Keajaiban Rezeki, hal ini sering kita bahas bahkan kita praktekkan bareng-bareng.

Lebih senang, kok bisa? Simak deh penjelasan berikut. Satu hal yang perlu ditegaskan, sebelum men-share tulisan ini, baiknya Anda baca dulu sampai selesai. Boleh?

Begini. Telah ditemukan fenomena 'warm-glow-effect’ oleh James Andreoni pada tahun 1989, di mana orang-orang yang beramal atau berbagi, akan mengalami sensasi perasaan positif. Sekali lagi, perasaan positif ini diperoleh setelah tindakan mereka memberi atau membantu orang lain.

Studi tahun 2006 oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health menemukan, sejumlah area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa saling percaya teraktifkan ketika memberi. Otak pun dicurahi endorfin dan dopamin, sehingga menambah perasaan positif yang disebut 'helper’s high'. Semakin membaca tulisan ini, Anda pun semakin tertarik untuk men-share-nya.

Tidak cukup sampai di situ, rupanya terdapat sederet penelitian menunjukkan korelasi antara sikap dermawan dan kesehatan. Di antaranya penelitian Stephanie Post, yang dimuat dalam buku Why Good Things Happen To Good People, yang menyimpulkan bahwa berbagi kepada sesama dapat meningkatkan kesehatan penderita penyakit kronis, seperti HIV.

Sebagian orang sudah yakin dengan dalil-dalil agama terkait berbagi. Itu bagus. Namun yang lain masih ragu-ragu. Jujur saja, mereka lebih menyukai data-data ilmiah. Nah, penjelasan singkat di atas membuktikan secara rasional bahwa berbagi itu menyehatkan. Benar-benar menyehatkan. Right?

Kita bisa berbagi dalam bentuk apa saja. Mungkin uang, tenaga, waktu, perhatian, doa, atau yang lainnya. Di hari yang sangat baik ini, hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah men-share tulisan ini. Bayangkan, setiap kali si pembaca tergerak hatinya untuk berbagi, maka kita (saya dan Anda) akan turut keciprat pahala dan berkahnya.

Tertarik?

Minggu, 18 Maret 2012

kesepian

,.. aku mrasakan kesepian tanpa hadirmu disisiku sperti yang dulu kau berikan padaku.. kau buat hatilu terombang ambing dengan sikapmu yang tak pasti.. aku menyadari aku buan siapa-siapa lagi d hidupmu aku cuma ingin kau mengerti bahwa hati aku ini merindukanmu disampingku.. sang belahan jiwa yang hilang. pergi dari hidupku. pergi ninggalin aku yang ngebutuin dia disaat aku mnangis.menanti dan mengharapkan kasih sayank dan perhatian darinya ...
 .. Oooch Tuhan berilah akku kekuatan tuk ngejalani ini semua. berikan aku petunjuk untuk bisa berjalan. melangkah tanpa dirinya. ku ingin mencoba nglepasin dia. tapi hati ini berat.. huFFt.

  # aku yang terdiam sendiri yang tak tau kemana hati ini menanti.

Senin, 12 Maret 2012

Ungkapan

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,
tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang
dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu
kepadanya.
Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang
dilupakan,
kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak
melupakan kegagalan
dan sakit hati di masa lalu.
Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau
mencoba
jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup
jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi
jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang
bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu!
Jangan mengharapkan balasan cinta,
tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya,
tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu